Nama : siska amelia putri
Kelas : XII IPS 2
Judul : revolusi industri 0.1-0.4
Tema : pengaruh revolusi industri di bidang pendidikan di indonesia
REVOLUSI INDUSTRI
Kita sekarang sudah pada revolusi industri 4.0 dimana perkembangan teknologi semakin cepat berubah, pada era modern ini informasi dan pengetahuan baru menyebar dengan begitu mudah , cepat dan efisien serta memiliki jangkauan koneksi yang lebih luas dengan sistem online. Hidup menjadi lebih mudah dan murah. Pendidikan mengalami perubahan yang sangat hebat,Peran guru yang selama ini sebagai satu-satunya penyedia ilmu pengetahuan sedikit banyak bergeser menjauh darinya. Di masa mendatang, peran dan kehadiran guru di ruang kelas akan semakin menantang dan membutuhkan kreativitas yang sangat tinggi
Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan berat bagi guru Indonesia. Mengutip dari Jack Ma dalam pertemuan tahunan World Economic Forum 2018, pendidikan adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar.
Yang ditakutkan adalah akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin. pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran harus diubah agar kelak anak-anak muda Indonesia mampu menandingi kecerdasan mesin sekaligus mampu bersikap bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan umat
Kelas : XII IPS 2
Judul : revolusi industri 0.1-0.4
Tema : pengaruh revolusi industri di bidang pendidikan di indonesia
REVOLUSI INDUSTRI
Kita sekarang sudah pada revolusi industri 4.0 dimana perkembangan teknologi semakin cepat berubah, pada era modern ini informasi dan pengetahuan baru menyebar dengan begitu mudah , cepat dan efisien serta memiliki jangkauan koneksi yang lebih luas dengan sistem online. Hidup menjadi lebih mudah dan murah. Pendidikan mengalami perubahan yang sangat hebat,Peran guru yang selama ini sebagai satu-satunya penyedia ilmu pengetahuan sedikit banyak bergeser menjauh darinya. Di masa mendatang, peran dan kehadiran guru di ruang kelas akan semakin menantang dan membutuhkan kreativitas yang sangat tinggi
Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan berat bagi guru Indonesia. Mengutip dari Jack Ma dalam pertemuan tahunan World Economic Forum 2018, pendidikan adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar.
Yang ditakutkan adalah akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin. pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran harus diubah agar kelak anak-anak muda Indonesia mampu menandingi kecerdasan mesin sekaligus mampu bersikap bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan umat
dunia pendidikan di Indonesia perlu mempersiapkan diri dalam memasuki revolusi 4.0 ini dengan melakukan beberapa perubahan dalam menerapkan metode pembelajaran di sekolah,
pertama adalah merubah sifat dan pola pikir anak didik,
kedua bisa mengasah dan mengembangkan bakat anak dan
Yang ketiga lembaga pendidikan harus mampu mengubah model belajar disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy,
bidang pendidikan perlu merevisi kurikulum dengan menambahkan lima kompetensi peserta didik dalam memasuki era revolusi 4.0 ini yaitu :
Memiliki kemampuan berpikir kritis
Memiliki kreatifitas dan kemampuan yang inovatif
Memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi
Bisa bekerjaama dan berkolaborasi
Memiliki kepercayaan diri
Nama : aldi fajar F
Kelas : XII IPS 2
Judul : dampak perkembangan teknklogi industri dalam pemasaran digital
dampak perkembangan tenologi indistri dalam pemasaran digital
Kalau pada masa Industri 1.0, 2.0, dan 3.0, pemasaran digital masih menjadi alat dan strategi pendukung saja, maka pada masa Industri 4.0 ini, digital marketing telah menjadi alat dan strategi utama yang diterapkan perusahaan–perusahaan di seluruh dunia.
Gaya hidup umat manusia di seluruh dunia ini mengalami perubahan drastis di masa Industri 4.0 ini. Kalau dahulu banyak orang di dunia ini hanya memanfaatkan komputer dan internet untuk berkomunikasi saja, kini di masa Industri 4.0 komputer dan internet telah menjadi bagian dari seluruh aspek kehidupan manusia sehari – hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, hiburan, dan lain sebagainya.
Sehingga orang-orang di zanam industri 4.0 sekarang sangat mudah dalam membeli sesuatu/belanja apapun dengan menggunakan digital seperti smartphone, laptop dll. shopee, tokopedia, gojek, grab dll, itulah contoh perusahaan perusahaan pemarasan digital yang paling banyak penggunanya. dengan menggunakan pemasaran digital/belanja online akan lebih praktis, tidak capek, dan hemat ongkos sehingga orang-orang lebih suka dengan belanja online/pemasaran digital.
dengan hadirnya pemasaran digital maka pemasaran konvensional mulai menurun karena orang orang lebih memilih pemasaran digital yang praktis dan efisien. contoh nya yaitu ojek pangkalan dan grab/gojek, ojek pangkalan mulai sekarang akan tersingkirkan dengan adanya grab/gojek. karena grab/gojek bisa memesan melalui smartphone sehingga lebih mudah.
maka dari itu, kita tidak boleh tertinggal dengan pekembangan zaman yang semakin canggih. jangan sampai kita tersingkirkan dengan adanya perkembangan teknologi saat ini.
Nama : kusmiati
Kelas : XII IPS 2
LAHIRNYA REVOLUSI INDUSTRI LUNTURNYA SOSIAL BUDAYA NEGERI INI
Revolusi industri dimulai pada tahun 1750-1850. Ditandai dengan munculnya mesin uap oleh James Watt yang ketika itu digunakan untuk proses produksi barang di Inggris menjadi lebih murah, cepat, efisien dan lebih banyak. Selanjutnya mesin uap tersebut terus mengalami perkembangan, hingga digunakan untuk penggerak mesin kapal ketika berlayar bisa langsung sampai tujuan. Tanpa menunggu berminggu-minggu atau berbulan-berbulan. Oleh karena itu muali berkembangnya kapitalis dan imperialisme di asia dan afrika.
Revolusi industri 2.0 terjadi pada abad ke-20 yang ditandai dengan penemuan tenaga listrik dan . Sehingga pada jaman ini mulai muncul produksi mobil secara massal. Dijaman ini pula perkembangan alat militer seperti tank dan pesawat berkembang pesat pada saat terjadinya perang dunia II.
Revolusi industri 3.0 terjadi pada tahun1970 atau 1990-an yang ditandai dengan penemuan mesin yang dapat memecahkan kode buatan Nazi Jerman saat perang dunia II, yaitu sejenis komputer raksasa yang berukuran besar,sebesar ruang tidur. Dengan adanya penemuan tersebut berkembanglah komputer, handphone serta internet.
Revolusi industri 4.0 terjadi pada tahun 2000 hingga sekarang, yang ditandai dengan menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber dan pertukaran data. Mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (LOT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Dengan lahirnya revolusi industri 1.0 sampai revolusi industri 4.0 yang salah satu dampak negatifnya pada bidang sosial budaya, khususnya di negeri tercinta kita ini yaitu indonesia. Di Indonesia sendiri, mendapat pengaruh revolusi industri ketika indonesia di jajah bangsa eropa. Saat itu indonesia pemerintahannya masih dalam bentuk kerjaan-kerajaan yang masih memiliki sosial budaya yang kental akan tradisi nenek moyang jaman dulu. Yang awalnya menenun kain dengan alat tradisional sekarang muncul mesin yang lebih canggih untuk menenun kain lebih cepat dan banyak. Dibidang pertanian yang awalnya menggunakan arit ( alat tradisional ) secara gotong royong, namun sekarang mesin penggiling padi dan sikap kegotong royonganpun hilang, serta yang awalnya membajak sawah menggunakan kerbau dan membutuhkan banyak bantuan manusia sekarang hanya menggunakan traktor dengan satu atau dua orang.
Cara berkomunikasi dan berpakaian tradisionalpun mulai hilang. Komunikasi yang awalnya dengan surat menyurat yang membutuhkan waktu yang lama, sekarang hanya dengan hitungan detik pesanpun sudah dapat tersampaikan. Awalnya memakai pakaian tradisional masing-masing daerahnya, sekarang menggunakan pakaian barat yang ketat. Kesenian dan permainan tradisi jaman dulu mulai hilang yang tergantikan oleh gadget. Sungguh sangat disayangkan kebudayaan yang seharusnya kita jaga dan hormati, sekarang sangat mudah dihilangkan oleh generasi kita sendiri. Jika bukan kita yang melestarikan kebudayaan kita sendiri, siapa lagi ?
Nama : farhah azzahra
Kelas : XII IPS 2
Farhah Azzahra
XII IPS 2
REVOLUSI INDUSTRI DIBIDANG TRANSPORTASI
Revolusi Industri merupakan bentuk perubahan yang terjadi secara bertahap. Revousi Industri tersendiri terdapat di berbagai bidang. Seperti teknologi, ekonomi, pertanian, transportasi, pendidikan, dan lain-lain. Di bidang transpotasi sendiri telah melakukan berbagai jaenis perubahan kendaraan, teknologi mesin, dan ke modernisasi kendaraan tersebut.
Revolusi Industri 1.0
Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.
Selain itu, mesin uap digunakan pada bidang transportasi. Transportasi internasional pada masa itu adalah transportasi laut yang masih menggunakan tenaga angin. Namun, angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena bisa jadi angin bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan tidak ada angin sama sekali.
Penggunaan tenaga angin pada alat transportasi pun mulai berkurang semenjak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah dibandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776. Dengan mesin uap tersebut, kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh jika mesin uap tetap didukung dengan kayu dan batu bara yang cukup.
Revolusi Industri 2.0
Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi.
Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini tidak lantas membuat proses produksinya memakan waktu yang cepat karena setiap mobil harus dirakit dari awal hingga akhir di titik yang sama oleh seorang perakit mobil. Artinya, untuk merakit banyak mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu yang bersamaan. Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.
Revolusi Industri 3.0
Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai macam jenis barang. Tetapi, setelah revolusi industri yang ketiga, manusia tidak lagi memegang peranan penting. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir dan abad informasi dimulai.
Pada tahun 2002, jumlah perjalanan sehari-hari yang menggunakan sepeda motor baru 21 persen. Sementara angkutan umum bus merupakan yang terbanyak, yakni 38 persen. Porsi perjalanan dengan sepeda motor tersebut meningkat lebih dari 2 kali lipat pada tahun 2010 (49 persen) sedangkan angkutan umum bus justru menyusut hingga tinggal sepertiganya (13 persen).
Revolusi Industri 4.0
Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Banyak hal yang tak usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya. terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan
Nadita Dwi Nirmala
XII IPS 2
REVOLUSI INDUSTRI BIDANG TEKNOLOGI
Revolusi Industri 1.0 berlangsung pada 1750 – 1850.
Revolusi Industri ini melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kehadiran mesin. Salah satunya yaitu penemuan mesin uap pada abad ke-18. Revolusi Industri ini juga ditandai dengan adanya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, pertambangan, manufaktur, transportasi, dan teknologi.
Perubahan yang terjadi pada manusia dalam melakukan proses produksi memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi ekonomi, sosial dan budaya di dunia. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mendongkrak naik perekonomian secara dramatis yang mana selama 2 abad setelah Revolusi Industri terjadinya peningkatan rata-rata pendapatan per kapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat.
Revolusi Industri 2.0 yang dikenal sebagai Revolusi Teknologi merupakan suatu fase berkembang pesatnya industrialisasi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Pada era ini, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan munculnya Ilmuan modern, seperti Niels Bohr, Thomas Alfa Edison, Nikola Tesla, dan Albert Einstein. Revolusi Industri ini ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan.
Pada periode ini, juga terlihat perkembangan ilmu manajemen yang memunginkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manufaktur. Salah satunya yaitu pembagian kerja yang mana setiap pekerja melakukan sebagian dari pekerjaan total sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Yang lainnya juga produksi barang secara masal menggunakan jalur perakitan menjadi hal biasa.
Kemunculan teknologi digital dan internet pada akhir abad ke-20 menandai dimulainya Revolusi Indusri 3.0 atau dikenal sebagai Revolusi Digital.
Proses revolusi industri ini dikaji berdasarkan pada cara pandang sosiolog Inggris David Harvey sebagai proses pemampatan ruang dan waktu sehingga ruang dan waktu semakin terkompresi dan tidak lagi berjarak. Revolusi Industri 2.0 dengan kehadiran mobil membuat waktu dan jarak makin dekat. Revolusi Industri 3.0 menyatukan keduanya. Sebab itu, era digital mengusung sisi kekinian (real time).
Selain mengusung aspek tersebut, Revolusi Industri 3.0 mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Praktik bisnis pun mau tidak mau harus berubah agar tidak tertelan zaman. Namun, Revolusi Industri ini juga memiliki aspek yang layak diwaspadai. Teknologi membuat pabrik-pabrik dan industri-industri lebih memilih mesin daripada manusia. Terlebih lagi mesin canggih memiliki kemampuan dalam berproduksi lebih berlipat. Konsekuensinya, pengurangan tenaga kerja manusia tidak terelakkan. Selain itu, reproduksi pun mempunyai kekuatan luar biasa. Hanya dalam hitungan jam banyak produk dihasilkan. Jauh sekali bila dilakukan oleh tenaga manusia.
Revolusi Industri 4.0 ini Ditandai dengan : Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, Robotic and Sensor Technology, 3D Printing Technology
Pada Revolusi Industri 4.0, manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent (perusahaan pemain lama). Sejarah telah mencatat bahwa Revolusi Industri ini telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Nama : juhandina ningsih
REVOLUSI INDUSRI
JUDUL : DAMPAK BAGI MASYARAKAT SOSIAL ADANYA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI BIDANG TEKNOLOGI
Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke -18. Menurut Prof Schwab (2017) dalam Rosyadi (2018), revolusi industri ditandai dengan kemajuan teknologi baru khususnya robot kecerdasan buatan (artificial intelligence robotic), teknologi nano, bioteknologi, teknologi komputer kuantum, blockchain, teknologi berbasis internet, dan printer 3D.
Era revolusi industri 4.0 jelas memiliki dampak dengan cakupan lebih luas dibidang industri. Otomatisasi adalah hal yang paling ditawarkan oleh teknologi pada era ini. Contohnya, sektor produksi pertanian Jepang sudah terintegrasi dengan teknologi guna menumbuhkan produk bebas pestisida dengan bantuan cahaya buatan berupa LED merah dan biru. Sistem otomatisasi tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dengan menekan waktu produksi tetapi juga dapat meningkatkan hasil produksi menggunakan berbagai produk atau cara.
Bagaimana mendukung era revolusi industri 4.0? Saat ini diketahui beberapa teknologi terbaru sudah mampu memasuki Indonesia. Namun, tidak semua teknologi-teknologi baru didukung pengembangan dan penggunaannya di Indonesia. Biaya menjadi salah satu momok pada tiap sektor sehingga menunda pembaharuan dengan teknologi terbaru. Selain itu, terdapat permasalahan lain berupa kualitas sumber daya manusia. Apakah sumber daya manusia sudah mendukung pengembangan teknologi pada tiap sektor di Indonesia? Inilah pentingnya peningkatan sumber daya manusia sejak dini untuk mendukung pembaharuan teknologi pada revolusi industri 4.0. Peningkatan sumber daya manusia pada bidang teknologi sejak dini dapat diarahkan kepada budaya riset. Budaya riset akan membentuk dasar pola pikir ilmiah untuk berpikir logis, kritis, sistematis, keilmuan, dan kreatif. Riset merupakan tonggak dalam pengembangan teknologi. Tanpa adanya riset, tanpa adanya inovasi, Indonesia tidak akan berkembang dan mampu bersaing dengan negara modern lainnya.
pengembangan teknologi di Indonesia masih sangat kurang. Hal ini disebabkan salah satunya karena pemerintah belum maksimal dalam membimbing riset di Indonesia, baik pendanaan riset atau dalam bentuk program-progam peningkatan kualitas SDM serta sedikitnya jumlah peneliti di Indonesia. Jumlah peneliti di Indonesia adalah 1071 orang per sejuta penduduk (Kemenristekdikti, 2017). Sedikitnya jumlah peneliti di Indonesia terjadi salah satunya karena stigma masyarakat terhadap peneliti. Profesi peneliti dianggap tidak berprospek, membosankan, atau tidak menghasilkan gaji yang besar dibandingkan profesi moderat lainnya. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila budaya meneliti diberikan sejak dini pada masyarakat, terutama pada remaja.
Sebagai bentuk strategi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas riset di Indonesia, dibuatlah rencana induk sektoral yang lebih terstruktur dan berkekuatan hukum lebih tinggi dalam bentuk Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang dibuat oleh Kemenristekdikti. RIRN disusun untuk menciptakan sinergi perencanaan di sektor riset yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional dengan jangkauan waktu 2017-2045. Visi yang tertuang dalam RIRN tahun 2017-2045 yaitu untuk mewujudkan “Indonesia 2045 Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Riset”. Sementara tujuan yang tertuang dalam RIRN tahun 2017-2045 yaitu untuk meningkatkan literasi iptek masyarakat, meningkatkan kapasitas dan kompetensi riset Indonesia di ranah global, dan meningkatkan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi
Pertama, riset menjadi kurikulum wajib di SMA. Siswa diwajibkan membuat proyek penelitian dan menuliskan hasil penelitian dalam bentuk laporan ilmiah. Tema bidang yang diusung antaralain; ilmu hayati, sains dasar, dan fisika terapan rekayasa. Sekolah juga menyelenggarakan Science Day sebagai final round untuk memamerkan berbagai hasil penelitian siswa tersebut. Tidak hanya sebagai kewajiban, sekolah juga dapat mengarahkan penelitian-penelitian siswanya untuk disertakan pada kompetisi penelitian.
Namun, seperti halnya siswa SMA pada umumnya, sangatlah jarang penelitian siswa-siswa SMA memiliki teknik menganalisis yang apik dan dalam, mampu membahas data dengan baik, menjelaskan serta menganalisis data dengan benar sehingga didapatkan penelitian yang akurat berlandaskan ilmu pengetahuan yang ada. Tidak hanya itu, beberapa siswa SMA juga memiliki kekurangan dalam mengeksekusi idenya seperti menggunakan metode penelitian yang kurang valid, dasar teori dan sitasi yang tidak benar atau bahkan kode etik yang tidak sengaja dilanggar oleh peneliti SMA.
Beberapa kekurangan dalam teknik kepenulisan, metode penelitian, dan pengkajian data dapat diselesaikan dengan meningkatkan intensitas konsultasi pada guru pembimbing. Namun demikian, tidak semua guru mempunyai basis pengetahuan riset mendalam sehingga materi yang disampaikan kurang terarah. Kendati demikian, dapat diperbaiki dengan pemerataan kualitas tenaga pendidik sebagai gagasan ketiga yang ditawarkan penulis. Pemerataan ini dapat dilakukan seperti pengadaan diklat guru riset untuk sekolah-sekolah terpencil atau pengadaan bantuan berupa pengajar riset khusus menyamakan kualitas sebuah daerah dengan daerah lain. Selain itu, dinas maupun pemerintah dapat membuat program pembinaan dengan bekerjasama antara universitas-universitas ternama serta sekolah-sekolah sehingga ide-ide siswa SMA yang luar biasa dapat tereksekusi dengan lebih matang dan baik. Bahkan hasil penelitian bisa disertakan pada kompetisi internasional atau dipublikasi secara internasional.
Nama : Sonya Sanjaya
Kelas : XII IPS 2
Tema : Revolusi industri 1.0-Sekarang
Judul : Revolusi industri di bidang Teknologi dan Transportasi
Revolusi industri yang pertama terjadi pada abad ke 18 ditandai dengan adanya mesin uap, oleh karena itu saya memilih dalam bidang transportasi. Pada saat itu mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Kemudian James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efesien dari mesin uap sebelum nya, dengan adanya mesin uap tersebut kapal bisa berlayar selama 24jam. Namun mesin uap tersebut memiliki dampak seperti pencemaran lingkungan.
Pada saat Revolusi industri 2.0 dari mesin uap kemudian tergantikan oleh tenaga listrik, walaupun begitu masih ada kendala yang menghambat proses produksi yaitu Transportasi. Selain itu ada mobil dengan tercipta nya ban berjalan atau conveyor belt proses perakitan nya harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu bersamaan. Para perakit mobil dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja. Namun revolusi ini juga berdampak pada kondisi militer perang dunia II, hal ini terjadi karena adanya produksi massal.
Di Revolusi industri 3.0 ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis yaitu Komputer atau robot. Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era perang dunia II dibuat di Nazi Jerman yang bernama Colossus. Komputer tersebut tidak memiliki RAM dan hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik 8.500 Watt. Namun setelah perang dunia II selesai komputer berkembang pesat, ukuran komputer semakin kecil serta kemampuan berhitung nya semakin canggih sehingga komputer dapat menggantikan manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.
Yang terakhir Revolusi industri 4.0 sampai sekarang. Revolusi industri 4.0 ini adalah tren dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi siber yang merupakan salah satu strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Tren ini telah banyak mengubah banyak bidang kehidupan manusia seperti ekonomi,dunia kerja dan gaya hidup. Singkatnya revolusi ini menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Revolusi ini dikenal dengan sebutan revolusi digital, ini terjadi karena adanya proliferasi atau perkembangan pesat dari komputer yang menghadirkan konektivitas tingkat lanjut beserta otomatis pencatatan disegala bidang sehingga akan menghasilkan kemudahan dalam hidup manusia namun juga menyebabkan terbentuknya persaingan kerja yang disebabkan oleh penerapan dan pengaplikasian kecerdasan buatan. Simpulan nya Revolusi industri 4.0 ini bukanlah suatu kejadian yang menakutkan justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Revolusi industri dimulai pada tahun 1750-1850. Ditandai dengan munculnya mesin uap oleh James Watt yang ketika itu digunakan untuk proses produksi barang di Inggris menjadi lebih murah, cepat, efisien dan lebih banyak. Selanjutnya mesin uap tersebut terus mengalami perkembangan, hingga digunakan untuk penggerak mesin kapal ketika berlayar bisa langsung sampai tujuan. Tanpa menunggu berminggu-minggu atau berbulan-berbulan. Oleh karena itu muali berkembangnya kapitalis dan imperialisme di asia dan afrika.
Revolusi industri 2.0 terjadi pada abad ke-20 yang ditandai dengan penemuan tenaga listrik dan . Sehingga pada jaman ini mulai muncul produksi mobil secara massal. Dijaman ini pula perkembangan alat militer seperti tank dan pesawat berkembang pesat pada saat terjadinya perang dunia II.
Revolusi industri 3.0 terjadi pada tahun1970 atau 1990-an yang ditandai dengan penemuan mesin yang dapat memecahkan kode buatan Nazi Jerman saat perang dunia II, yaitu sejenis komputer raksasa yang berukuran besar,sebesar ruang tidur. Dengan adanya penemuan tersebut berkembanglah komputer, handphone serta internet.
Revolusi industri 4.0 terjadi pada tahun 2000 hingga sekarang, yang ditandai dengan menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber dan pertukaran data. Mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (LOT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Dengan lahirnya revolusi industri 1.0 sampai revolusi industri 4.0 yang salah satu dampak negatifnya pada bidang sosial budaya, khususnya di negeri tercinta kita ini yaitu indonesia. Di Indonesia sendiri, mendapat pengaruh revolusi industri ketika indonesia di jajah bangsa eropa. Saat itu indonesia pemerintahannya masih dalam bentuk kerjaan-kerajaan yang masih memiliki sosial budaya yang kental akan tradisi nenek moyang jaman dulu. Yang awalnya menenun kain dengan alat tradisional sekarang muncul mesin yang lebih canggih untuk menenun kain lebih cepat dan banyak. Dibidang pertanian yang awalnya menggunakan arit ( alat tradisional ) secara gotong royong, namun sekarang mesin penggiling padi dan sikap kegotong royonganpun hilang, serta yang awalnya membajak sawah menggunakan kerbau dan membutuhkan banyak bantuan manusia sekarang hanya menggunakan traktor dengan satu atau dua orang.
Cara berkomunikasi dan berpakaian tradisionalpun mulai hilang. Komunikasi yang awalnya dengan surat menyurat yang membutuhkan waktu yang lama, sekarang hanya dengan hitungan detik pesanpun sudah dapat tersampaikan. Awalnya memakai pakaian tradisional masing-masing daerahnya, sekarang menggunakan pakaian barat yang ketat. Kesenian dan permainan tradisi jaman dulu mulai hilang yang tergantikan oleh gadget. Sungguh sangat disayangkan kebudayaan yang seharusnya kita jaga dan hormati, sekarang sangat mudah dihilangkan oleh generasi kita sendiri. Jika bukan kita yang melestarikan kebudayaan kita sendiri, siapa lagi ?
Nama : farhah azzahra
Kelas : XII IPS 2
Farhah Azzahra
XII IPS 2
REVOLUSI INDUSTRI DIBIDANG TRANSPORTASI
Revolusi Industri merupakan bentuk perubahan yang terjadi secara bertahap. Revousi Industri tersendiri terdapat di berbagai bidang. Seperti teknologi, ekonomi, pertanian, transportasi, pendidikan, dan lain-lain. Di bidang transpotasi sendiri telah melakukan berbagai jaenis perubahan kendaraan, teknologi mesin, dan ke modernisasi kendaraan tersebut.
Revolusi Industri 1.0
Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.
Selain itu, mesin uap digunakan pada bidang transportasi. Transportasi internasional pada masa itu adalah transportasi laut yang masih menggunakan tenaga angin. Namun, angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena bisa jadi angin bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan tidak ada angin sama sekali.
Penggunaan tenaga angin pada alat transportasi pun mulai berkurang semenjak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah dibandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776. Dengan mesin uap tersebut, kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh jika mesin uap tetap didukung dengan kayu dan batu bara yang cukup.
Revolusi Industri 2.0
Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi.
Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini tidak lantas membuat proses produksinya memakan waktu yang cepat karena setiap mobil harus dirakit dari awal hingga akhir di titik yang sama oleh seorang perakit mobil. Artinya, untuk merakit banyak mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu yang bersamaan. Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.
Revolusi Industri 3.0
Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai macam jenis barang. Tetapi, setelah revolusi industri yang ketiga, manusia tidak lagi memegang peranan penting. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir dan abad informasi dimulai.
Pada tahun 2002, jumlah perjalanan sehari-hari yang menggunakan sepeda motor baru 21 persen. Sementara angkutan umum bus merupakan yang terbanyak, yakni 38 persen. Porsi perjalanan dengan sepeda motor tersebut meningkat lebih dari 2 kali lipat pada tahun 2010 (49 persen) sedangkan angkutan umum bus justru menyusut hingga tinggal sepertiganya (13 persen).
Revolusi Industri 4.0
Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing.Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Banyak hal yang tak usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya. terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan
Nadita Dwi Nirmala
XII IPS 2
REVOLUSI INDUSTRI BIDANG TEKNOLOGI
Revolusi Industri 1.0 berlangsung pada 1750 – 1850.
Revolusi Industri ini melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kehadiran mesin. Salah satunya yaitu penemuan mesin uap pada abad ke-18. Revolusi Industri ini juga ditandai dengan adanya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, pertambangan, manufaktur, transportasi, dan teknologi.
Perubahan yang terjadi pada manusia dalam melakukan proses produksi memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi ekonomi, sosial dan budaya di dunia. Revolusi ini dicatat oleh sejarah berhasil mendongkrak naik perekonomian secara dramatis yang mana selama 2 abad setelah Revolusi Industri terjadinya peningkatan rata-rata pendapatan per kapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat.
Revolusi Industri 2.0 yang dikenal sebagai Revolusi Teknologi merupakan suatu fase berkembang pesatnya industrialisasi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Pada era ini, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan munculnya Ilmuan modern, seperti Niels Bohr, Thomas Alfa Edison, Nikola Tesla, dan Albert Einstein. Revolusi Industri ini ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber). Penemuan ini memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll yang mengubah wajah dunia secara signifikan.
Pada periode ini, juga terlihat perkembangan ilmu manajemen yang memunginkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manufaktur. Salah satunya yaitu pembagian kerja yang mana setiap pekerja melakukan sebagian dari pekerjaan total sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Yang lainnya juga produksi barang secara masal menggunakan jalur perakitan menjadi hal biasa.
Kemunculan teknologi digital dan internet pada akhir abad ke-20 menandai dimulainya Revolusi Indusri 3.0 atau dikenal sebagai Revolusi Digital.
Proses revolusi industri ini dikaji berdasarkan pada cara pandang sosiolog Inggris David Harvey sebagai proses pemampatan ruang dan waktu sehingga ruang dan waktu semakin terkompresi dan tidak lagi berjarak. Revolusi Industri 2.0 dengan kehadiran mobil membuat waktu dan jarak makin dekat. Revolusi Industri 3.0 menyatukan keduanya. Sebab itu, era digital mengusung sisi kekinian (real time).
Selain mengusung aspek tersebut, Revolusi Industri 3.0 mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Praktik bisnis pun mau tidak mau harus berubah agar tidak tertelan zaman. Namun, Revolusi Industri ini juga memiliki aspek yang layak diwaspadai. Teknologi membuat pabrik-pabrik dan industri-industri lebih memilih mesin daripada manusia. Terlebih lagi mesin canggih memiliki kemampuan dalam berproduksi lebih berlipat. Konsekuensinya, pengurangan tenaga kerja manusia tidak terelakkan. Selain itu, reproduksi pun mempunyai kekuatan luar biasa. Hanya dalam hitungan jam banyak produk dihasilkan. Jauh sekali bila dilakukan oleh tenaga manusia.
Revolusi Industri 4.0 ini Ditandai dengan : Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, Robotic and Sensor Technology, 3D Printing Technology
Pada Revolusi Industri 4.0, manusia telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent (perusahaan pemain lama). Sejarah telah mencatat bahwa Revolusi Industri ini telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Nama : juhandina ningsih
REVOLUSI INDUSRI
JUDUL : DAMPAK BAGI MASYARAKAT SOSIAL ADANYA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI BIDANG TEKNOLOGI
Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke -18. Menurut Prof Schwab (2017) dalam Rosyadi (2018), revolusi industri ditandai dengan kemajuan teknologi baru khususnya robot kecerdasan buatan (artificial intelligence robotic), teknologi nano, bioteknologi, teknologi komputer kuantum, blockchain, teknologi berbasis internet, dan printer 3D.
Era revolusi industri 4.0 jelas memiliki dampak dengan cakupan lebih luas dibidang industri. Otomatisasi adalah hal yang paling ditawarkan oleh teknologi pada era ini. Contohnya, sektor produksi pertanian Jepang sudah terintegrasi dengan teknologi guna menumbuhkan produk bebas pestisida dengan bantuan cahaya buatan berupa LED merah dan biru. Sistem otomatisasi tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dengan menekan waktu produksi tetapi juga dapat meningkatkan hasil produksi menggunakan berbagai produk atau cara.
Bagaimana mendukung era revolusi industri 4.0? Saat ini diketahui beberapa teknologi terbaru sudah mampu memasuki Indonesia. Namun, tidak semua teknologi-teknologi baru didukung pengembangan dan penggunaannya di Indonesia. Biaya menjadi salah satu momok pada tiap sektor sehingga menunda pembaharuan dengan teknologi terbaru. Selain itu, terdapat permasalahan lain berupa kualitas sumber daya manusia. Apakah sumber daya manusia sudah mendukung pengembangan teknologi pada tiap sektor di Indonesia? Inilah pentingnya peningkatan sumber daya manusia sejak dini untuk mendukung pembaharuan teknologi pada revolusi industri 4.0. Peningkatan sumber daya manusia pada bidang teknologi sejak dini dapat diarahkan kepada budaya riset. Budaya riset akan membentuk dasar pola pikir ilmiah untuk berpikir logis, kritis, sistematis, keilmuan, dan kreatif. Riset merupakan tonggak dalam pengembangan teknologi. Tanpa adanya riset, tanpa adanya inovasi, Indonesia tidak akan berkembang dan mampu bersaing dengan negara modern lainnya.
pengembangan teknologi di Indonesia masih sangat kurang. Hal ini disebabkan salah satunya karena pemerintah belum maksimal dalam membimbing riset di Indonesia, baik pendanaan riset atau dalam bentuk program-progam peningkatan kualitas SDM serta sedikitnya jumlah peneliti di Indonesia. Jumlah peneliti di Indonesia adalah 1071 orang per sejuta penduduk (Kemenristekdikti, 2017). Sedikitnya jumlah peneliti di Indonesia terjadi salah satunya karena stigma masyarakat terhadap peneliti. Profesi peneliti dianggap tidak berprospek, membosankan, atau tidak menghasilkan gaji yang besar dibandingkan profesi moderat lainnya. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila budaya meneliti diberikan sejak dini pada masyarakat, terutama pada remaja.
Sebagai bentuk strategi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas riset di Indonesia, dibuatlah rencana induk sektoral yang lebih terstruktur dan berkekuatan hukum lebih tinggi dalam bentuk Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang dibuat oleh Kemenristekdikti. RIRN disusun untuk menciptakan sinergi perencanaan di sektor riset yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional dengan jangkauan waktu 2017-2045. Visi yang tertuang dalam RIRN tahun 2017-2045 yaitu untuk mewujudkan “Indonesia 2045 Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Riset”. Sementara tujuan yang tertuang dalam RIRN tahun 2017-2045 yaitu untuk meningkatkan literasi iptek masyarakat, meningkatkan kapasitas dan kompetensi riset Indonesia di ranah global, dan meningkatkan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi
Pertama, riset menjadi kurikulum wajib di SMA. Siswa diwajibkan membuat proyek penelitian dan menuliskan hasil penelitian dalam bentuk laporan ilmiah. Tema bidang yang diusung antaralain; ilmu hayati, sains dasar, dan fisika terapan rekayasa. Sekolah juga menyelenggarakan Science Day sebagai final round untuk memamerkan berbagai hasil penelitian siswa tersebut. Tidak hanya sebagai kewajiban, sekolah juga dapat mengarahkan penelitian-penelitian siswanya untuk disertakan pada kompetisi penelitian.
Namun, seperti halnya siswa SMA pada umumnya, sangatlah jarang penelitian siswa-siswa SMA memiliki teknik menganalisis yang apik dan dalam, mampu membahas data dengan baik, menjelaskan serta menganalisis data dengan benar sehingga didapatkan penelitian yang akurat berlandaskan ilmu pengetahuan yang ada. Tidak hanya itu, beberapa siswa SMA juga memiliki kekurangan dalam mengeksekusi idenya seperti menggunakan metode penelitian yang kurang valid, dasar teori dan sitasi yang tidak benar atau bahkan kode etik yang tidak sengaja dilanggar oleh peneliti SMA.
Beberapa kekurangan dalam teknik kepenulisan, metode penelitian, dan pengkajian data dapat diselesaikan dengan meningkatkan intensitas konsultasi pada guru pembimbing. Namun demikian, tidak semua guru mempunyai basis pengetahuan riset mendalam sehingga materi yang disampaikan kurang terarah. Kendati demikian, dapat diperbaiki dengan pemerataan kualitas tenaga pendidik sebagai gagasan ketiga yang ditawarkan penulis. Pemerataan ini dapat dilakukan seperti pengadaan diklat guru riset untuk sekolah-sekolah terpencil atau pengadaan bantuan berupa pengajar riset khusus menyamakan kualitas sebuah daerah dengan daerah lain. Selain itu, dinas maupun pemerintah dapat membuat program pembinaan dengan bekerjasama antara universitas-universitas ternama serta sekolah-sekolah sehingga ide-ide siswa SMA yang luar biasa dapat tereksekusi dengan lebih matang dan baik. Bahkan hasil penelitian bisa disertakan pada kompetisi internasional atau dipublikasi secara internasional.
Nama : Sonya Sanjaya
Kelas : XII IPS 2
Tema : Revolusi industri 1.0-Sekarang
Judul : Revolusi industri di bidang Teknologi dan Transportasi
Revolusi industri yang pertama terjadi pada abad ke 18 ditandai dengan adanya mesin uap, oleh karena itu saya memilih dalam bidang transportasi. Pada saat itu mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Kemudian James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efesien dari mesin uap sebelum nya, dengan adanya mesin uap tersebut kapal bisa berlayar selama 24jam. Namun mesin uap tersebut memiliki dampak seperti pencemaran lingkungan.
Pada saat Revolusi industri 2.0 dari mesin uap kemudian tergantikan oleh tenaga listrik, walaupun begitu masih ada kendala yang menghambat proses produksi yaitu Transportasi. Selain itu ada mobil dengan tercipta nya ban berjalan atau conveyor belt proses perakitan nya harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu bersamaan. Para perakit mobil dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja. Namun revolusi ini juga berdampak pada kondisi militer perang dunia II, hal ini terjadi karena adanya produksi massal.
Di Revolusi industri 3.0 ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis yaitu Komputer atau robot. Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era perang dunia II dibuat di Nazi Jerman yang bernama Colossus. Komputer tersebut tidak memiliki RAM dan hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik 8.500 Watt. Namun setelah perang dunia II selesai komputer berkembang pesat, ukuran komputer semakin kecil serta kemampuan berhitung nya semakin canggih sehingga komputer dapat menggantikan manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.
Yang terakhir Revolusi industri 4.0 sampai sekarang. Revolusi industri 4.0 ini adalah tren dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi siber yang merupakan salah satu strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Tren ini telah banyak mengubah banyak bidang kehidupan manusia seperti ekonomi,dunia kerja dan gaya hidup. Singkatnya revolusi ini menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Revolusi ini dikenal dengan sebutan revolusi digital, ini terjadi karena adanya proliferasi atau perkembangan pesat dari komputer yang menghadirkan konektivitas tingkat lanjut beserta otomatis pencatatan disegala bidang sehingga akan menghasilkan kemudahan dalam hidup manusia namun juga menyebabkan terbentuknya persaingan kerja yang disebabkan oleh penerapan dan pengaplikasian kecerdasan buatan. Simpulan nya Revolusi industri 4.0 ini bukanlah suatu kejadian yang menakutkan justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Komentar
Posting Komentar